Oleh : Putu Galih P.P. (galih_thehacker)
Om Suastiastu kawan2 se-Dharma,
Suatu pertanyaan yang sering ditanyakan bahkan oleh umat Hindu sendiri, mengapa kita (orang Hindu) harus menghormati sapi? Bukankah sapi itu hewan dan kita adalah manusia? Lalu mengapa kita harus menghormati binatang seperti sapi? Apakah Veda melarang membunuh / memakan sapi? Semua pertanyaan di atas akan dijawab dalam tulisan saya yang singkat ini.
Sebelum masuk ke topik utama, ijinkan saya sedikit mengutarakan ulang penjelasan mengenai jaman Kali - Yuga (jaman kemerosotan moral seperti sekarang ini) sesuai dengan apa yang dikatakan Maharsi Sukadeva Goshvami kepada Raja Pariksit.
Maharsi Sukadeva Goshvami menjelaskan 24 ciri Kali-Yuga kepada Raja Pariksit, yaitu;
1.Dharma merosot dan Adharma berkembang subur.
2.Kualitas, moral dan hidup manusia merosot.
3.Manusia bertabiat Asurik (jahat).
4.Manusia munafik dan curang.
5.Raja, kepala da pejabat negara bermoral buruk dan rendah.
6.Kekayaan material dan keniknatan indriyawi menjadi tujuan hidup.
7.Hukum dan keadilan ditentukan oleh kekuasaan.
8.Perkawinan berlangsung karena daya tarik material dan sex berdasarkan prinsip suka sama suka.
9.Segala urusan dan hubungan bisnis berlandaskan tipu-muslihat.
10.Para brahmana sibuk dengan urusan mengenyangkan perut dan memuaskan kemaluan.
11.Aturan hidup varna-asrama dharma dicampakkan.
12.Manusia selalu berpikir keliru.
13.Kekuasaan dicapai melalui kekuatan.
14.Rakyat menderita karena bencana alam, kelaparan, beban pajak, penyakit dan kecemasan.
15.Wanita hidup bebas dan tidak suci.
16.Veda dimengerti dengan pola pikir atheistik.
17.Kota-kota dikuasai para bandit.
18.Sapi dibunuh untuk makanan.
19.Majikan dan pelayan saling tidak setia.
20.Laki-laki dikendalikan wanita.
21.Orang-orang sudra menipu melalui praktek kerohanian.
22.Manusia menjadi amat individualistik.
23.Manusia dan alam terkena polusi, dan
24.Manusia melalaikan Tuhan karena berwatak atheistik.
Coba lihat point nomor 18. Tertulis jelas bahwa salah satu ciri jaman Kali – Yuga (jaman kemerosotan moral) adalah sapi dibunuh untuk dimakan. Padahal dalam peradaban Veda, kita harus menghormati sapi. Tapi kenyataan di jaman Kali Yuga seperti sekarang ini, orang mulai mencari cari alasan sehingga bisa menikmati daging sapi hanya untuk memuaskan nafsu lidah mereka! Karena “avidya” (kebodohan spiritual) mereka mencari cari alasan2 yang membenarkan dirinya untuk membunuh, memasak dan memakan daging sapi. Mereka mencari cari alasan yang seolah olah membenarkan tindakan mereka.
Dari penjelasan di atas kita sudah sedikit mengerti tentang ciri jaman kali yuga yang salah satunya adalah sapi dibunuh untuk dimakan dan ajaran Veda yang melarang kita menyakiti, membunuh hewan atau memakan daging. Kita paham bahwa membunuh hewan untuk dimakan dagingnya adalah keliru. Lalu pertanyaan yang muncul adalah: Mengapa sapi adalah binatang yang di sakralkan? Mari kita renungkan bersama!
Sapi adalah hewan yang paling mulia dari segala hewan. Mengapa? Karena sapi tidak pernah menuntut. Bila kita jujur, kita akan dapati bahwa sapi sudah memberikan banyak hal bagi manusia, tetapi kenapa manusia masih saja tega membunuhnya? Coba kita lihat apa saja yang sapi berikan bagi umat manusia:
1.Susu, bila anda memperhatikan, susu yang dihasilkan sapi selalu berlebih. Susu yang dihasilkan sapi itu selain diperuntukan untuk anaknya, juga diperuntukan bagi manusia, maka daripada itu stok susu pada sapi selalu lebih dari cukup.
2.Produk dari susu sapi, banyak produk yang bisa kita hasilkan dari susu sapi, contohnya keju, yoghurt, dll.
3.Tenaga Sapi, bila kita perhatikan, sapi sangat membantu manusia, terutama pertanian. Tanpa tenaga sapi yang membajak sawah tanpa lelah, kita tidak akan bisa menikmati nasi, sayuran dan buah buahan seperti sekarang ini.
4.Kotoran sapi, kotoran sapi kita ambil dan manfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan pertanian, sehingga kita bisa makan nasi, sayuran dan buah buahan.
5.Kencing sapi, mengandung zat antiseptic sehingga bisa digunakan untuk mengobati penyakit.
Di atas tadi sudah saya katakana bahwa sapi adalah mahluk yang mulia, tidak pernah menuntut. Buktinya: anda sudah mengambil susu sapi, mengambil kotoran dan air kencingnya dan memeras tenaganya untuk bekerja di sawah, tetapi sapi tidak meminta banyak, dia hanya butuh rumput dan air. Bahkan bila anda melepasnya, dia tidak akan mengeluh, malahan dia secara sukarela akan mencari rumput dan air sendiri.
KITA SUDAH BEGITU RAKUS MENGAMBIL SEMUA MANFAAT DARI SAPI, SUSU NYA, KOTORANNYA, AIR KENCINGNYA DAN TANPA AMPUN MEMERAS TENAGANYA DI SAWAH, TETAPI KENAPA KITA MASIH TEGA MENYEMBELIH DAN MENGAMBIL DAGINGNYA? SESUNGGUHNYA IA YANG MASIH MAKAN DAGING SAPI SETELAH MEMBACA ARTIKEL INI ADALAH MAHLUK YANG PALING KEJAM ! RENUNGKANLAH HAL INI !
Kawan2 sekalian harus paham bahwa dalam tradisi Veda ada 5 ibu yang harus kita hormati, yaitu:
1.Ibu yang melahirkan kita, yaitu ibu kandung kita sendiri.
2.Ibu yang menyusui kita walaupun tidak mengandung kita.
3.Ibu yang memelihara dan mengasuh kita walaupun tidak melahirkan dan menyusui kita.
4.Sapi yang telah memberikan kita susu, sumber panca gavya dalam pengobatan Ayur Vedic dan juga yang tenaganya telah kita gunakan untuk membantu pekerjaan-pekerjaan kita.
5.Ibu pertiwi, yaitu bumi dan alam ini yang telah memberikan penghidupan pada kita dan harus kita jaga kelestariannya.
Lihat poin nomor 4, ternyata dalam Veda, sapi itu sendiri harus kita hormati sebagai salah satu dari ibu kita. Dengan kita menyembelih sapi, sesungguhnya kita sudah menyembelih kepala ibu kita sendiri!!! Renungkanlah hal itu.
Kawan2 sekalian juga harus paham bahwa sapi adalah binatang tingkat “sattvam” atau kebaikan. Dalam hukum evolusi roh, bila seekor sapi dibiarkan mati secara alami, dalam kelahiran berikutnya sapi tersebut akan dilahirkan sebagai manusia yang baik, dermawan, serta tekun dalam Ketuhanan. Namun apabila sapi disembelih, sapi tersebut akan lahir kembali sebagai sapi, sampai sapi tersebut mati secara alami. Dan orang yang menyembelih sapi tersebut sesungguhnya sudah menyiapkan jagal / penyembelihan bagi dirinya sendiri di kehidupan mendatang.
Singkat kata, apabila kita membiarkan sapi hidup & mati secara alami kita sudah memberi kesempatan bagi orang2 suci, orang2 dermawan, orang2 baik untuk lahir. Apabila kita membunuh sapi, berarti kita menghambat kelahiran orang2 suci di dunia ini. Sri Krsna sendiri yang muncul ke dunia material ini memberikan contoh kepada kita semua untuk menghormati sapi. Beliau bahkan lebih memementingkan sapi dari semua makhluk hidup lainya termasuk para brahmana.Renungkanlah hal itu !